Beranda Suplemen Inspirasi Ketika Allah Memilihmu Menjadi Dai dan Murobbi

Ketika Allah Memilihmu Menjadi Dai dan Murobbi

0
ketika allah memilihmu menjadi dai dan murobbi

إِنَّ اللَّهَ نَظَرَ فِى قُلُوبِ الْعِبَادِ فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- خَيْرَ قُلُوبِ الْعِبَادِ فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ فَابْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ ثُمَّ نَظَرَ فِى قُلُوبِ الْعِبَادِ بَعْدَ قَلْبِ مُحَمَّدٍ فَوَجَدَ قُلُوبَ أَصْحَابِهِ خَيْرَ قُلُوبِ الْعِبَادِ فَجَعَلَهُمْ وُزَرَاءَ نَبِيِّهِ يُقَاتِلُونَ عَلَى دِينِهِ

Sesungguhnya Allah melihat ke dalam hati para hamba-Nya, lalu Dia mendapati hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebaik-baik hati hamba-Nya. Maka Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya dengan risalah-Nya.

Kemudian Allah melihat ke dalam hati para hamba-Nya setelah hati Muhammad, lalu Dia mendapati hati para sahabatnya adalah sebaik-baik hati para hamba setelahnya. Maka Allah menjadikan mereka sebagai para penolong dan pembantu nabi-Nya, yang berjuang membela agama-Nya. (HR. Ahmad dari Abdullah bin Mas’ud secara mauquf; hasan)

Ikhwah fillah,
Kita berhimpun bersama dalam rangka menolong dan membela agama-Nya.

لِنُصْرَةِ شَرِيْعَتِهِ وَدَعْوَتِهِ

Untuk menolong syariat-Nya dan mendakwahkannya.

Kita ditakdirkan Allah membela agama-Nya, menjadi penerus perjuangan Rasulullah dan sahabat, semoga karena Allah melihat hati kita baik. Meskipun kadang kita terpeleset, terjatuh hingga bermaksiat kepada-Nya.

Kita ditakdirkan Allah berdakwah bersama, merekrut dan membina, semoga karena Allah melihat hati kita baik. Meskipun kita sendiri masih banyak masalah.

Ada di antara kita yang mengalami kesulitan ekonomi, punya utang yang belum lunas. Tapi itu tidak membuatnya futur dari dakwah ini. Allah tetap mengistiqomahkan di jalan-Nya, insya Allah karena Allah melihat hatinya baik.

Ada di antara kita yang kesulitan biaya sekolah anak-anaknya. Ada yang kesulitan daftar ulang anaknya. Tapi itu tidak mengotori hatinya, Allah melihat hatinya tetap baik, sehingga Allah memilihnya tetap berjuang di jalan ini.

Ada di antara ikhwah kita yang diuji sakit. Ada ikhwah kita yang punya masalah keluarga. Ada di antara ikhwah kita yang diuji perasaannya dengan kecemasan dan kesedihan, tapi itu tak mengotori hatinya. Hatinya tetap baik. Maka Allah memilihnya menjadi dai dan murobbi.

Masih banyak hati–hati yang jernih, hati yang baik. Yang Allah pilih untuk berdakwah di jalan-Nya. Yang setia merekrut dan membina. Allah yang menghimpun hati-hati itu.

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dia (Allah) mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Seandainya engkau (Nabi Muhammad) menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Anfal: 63)

Ada dua orang yang dipersaudarakan oleh Rasulullah untuk merekrut dan membina: Mush’ab bin Umair dan Abdullah bin Ummi Maktum.

Mush’ab adalah tipe kader yang diuji dengan keterbatasan ekonomi. Dulu kaya, lalu diboikot oleh orang tuanya. Dulu pakaiannya sangat bagus, lalu menjadi sangat sederhana. Dulu parfumnya paling wangi, sekarang sudah tidak lagi. Tapi ia tak pernah meratapi semua kehilangan itu. Mush’ab tetaplah pemuda yang rupawan dengan untaian kata mempesona. Dengan keunggulan itu ia merekrut para pemimpin kabilah seperti Usaid bin Hudhair, As’ad bin Zurarah, dan Sa’ad bin Muadz.  Dalam keterbatasan ekonomi, Mush’ab merekrut sekitar seperempat penduduk Madinah.

Abdullah bin Ummi Maktum adalah tipe kader yang diuji dengan keterbatasan fisik. Ia buta. Tapi kebutaannya tidak menghalanginya dari membina. Kebutaannya justru adalah kekuatannya, sebab ia tidak pernah mendurhakai Allah dengan pandangan matanya, tak pernah tergoda oleh kemilau harta maupun kecantikan rupa. Maka, dialah yang membina penduduk Madinah yang telah direkrut oleh Mush’ab bin Umair.

Semoga Allah mengistiqomahkan kita di jalan-Nya. Semoga Allah senantiasa memilih kita menjadi penerus perjuangan Rasulullah dan sahabatnya. Hingga kelak dikumpulkan bersama-sama di surga-Nya. [Muchlisin BK/Tarbiyah]