Baca Ayat Kursi Setiap Selesai Sholat, Dijamin Masuk Surga

  • Whatsapp
baca ayat kursi
ilustrasi (pinterest)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kerap menunjukkan keutamaan dari amal-amal tertentu. Sering kali, ada amalan yang kelihatannya ringan tetapi keutamaannya luar biasa. Salah satunya adalah ayat kursi.

Jika rutin dibaca setiap selesai sholat, insya Allah akan memasukkan pelakunya ke dalam surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Read More

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

“Siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An Nasai)

Maksud hadits ini, tidak ada yang menghalanginya masuk surga setelah ia meninggal dan berada di akhirat nanti. Tentu, yang bisa mendapat keutamaan ini adalah orang mukmin, yang beriman kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya.

Mengapa ayat kursi demikian hebat keutamaannya hingga oleh Rasulullah disebut sebagai ayat yang paling agung? Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim, karena di dalam ayat kursi terdapat nama dan sifat Allah yang penting yaitu sifat ilahiyah, wahdaniyah (keesaan), sifat hidup, sifat ilmu, sifat kerajaan, sifat kekuasaan, dan sifat kehendak.

Bacaan Ayat Kursi

Ayat kursi adalah ayat 255 surat Al Baqarah. Yakni firman-Nya:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

(Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum laa ta’khudzuhuu sinatuuw walaa naum lahuu maa fiis samaawaati wamaa fil ardhi man dzaal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaasyaa-a wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ’aliyyul azhiim)

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Ayat kursi ini juga memiliki keutamaan lain yang sangat dahsyat. Penjelasannya bisa dibaca di artikel Ayat Kursi.

Cara Mengamalkannya

Bagaimana cara mengamalkan membaca ayat kursi setelah sholat? Caranya adalah, ia dijadikan salah satu dzikir yang dibaca setelah sholat lima waktu.

Jika kita perhatikan hadits-hadits yang menjelaskan dzikir Rasulullah setelah sholat, maka kita dapati beliau membaca istighfar tiga kali. Lalu membaca:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Ya Allah, Engkau adalah Maha Pemberi keselamatan dan keselamatan hanyalah dari-Mu, Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan. (HR. Muslim)

Kemudian membaca:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tolak. Juga tidak bermanfaat orang kaya (tanpa amal), dari-Mu segala kekayaan. (HR. Muslim)

Setelah itu beliau membaca ayat kursi. (Baca juga: Manfaat Doa Qunut)

Urutan dzikirnya tidak harus sama seperti ini karena ada banyak riwayat yang memungkinkan perbedaan bacaan dan urutan. Yang pasti, bacaan pertama beliau setelah selesai sholat adalah istighfar. Wallahu a’lam bish showab. [Muchlisin BK/Tarbiyah]