KKP, Kurikulum Kaderisasi PKS yang Akan Mencetak Banyak Penulis

  • Whatsapp
kkp kurikulum kaderisasi partai pks
ilustrasi (pks.id)

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah merilis Kurikulum Kaderisasi Partai. Kurikulum yang disingkat dengan KKP itu mulai dirilis sejak masa kepemimpinan Presiden PKS Muhammad Shohibul Iman. Tepatnya, saat Ahmad Heryawan menjadi Ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS.

Usai Munas V, Ketua Bidang Pembinaan Kader DPP PKS Muhammad Said langsung tancap gas. Ahad pelantikan, Selasa langsung berkeliling Indonesia. Sosialisasi pemantapan KKP.

KKP terdiri dari lima bidang studi. Pertama, bidang studi keagamaan. Kedua, bidang studi kebangsaan. Ketiga, bidang studi kemasyarakatan. Keempat, bidang studi kepartaian. Kelima, bidang studi kepemimpinan dan kewirausahaan.

Dari kelima bidang studi itu, pembinaan PKS saat ini tampak lebih me-nusantara. Membekali kader-kadernya dengan ilmu keislaman sekaligus kompetensi berpolitik dan berbangsa. Memastikan anggotanya menjadi teladan di masyarakat sebelum menjadi pemimpin sesuai level kebermanfaatannya.

Berbeda dengan pembinaan pada periode sebelumnya, KKP akan mendorong kader-kader PKS menjadi penulis. Selain materi nasional yang disediakan oleh Bidang Pembinaan Kader DPP, banyak konten KKP yang harus diterjemahkan dengan kondisi serta kearifan lokal. Terutama untuk bidang studi kebangsaan dan kemasyarakatan.

“Kalau dulu kita banyak membaca, sekarang dengan KKP ini, selain banyak membaca kita harus banyak menulis,” kata Ustadz Muhammad Said saat mensosialisasikan KKP di Surabaya, pekan lalu.

Setiap Ketua Unit Pembinaan Anggota (UPA), didorong untuk membuat materi sesuai silabus KKP dengan memasukkan kondisi dan kearifan lokal. Setiap Ketua UPA didorong menjadi penulis materi. Sehingga ke depan, semakin banyak kader PKS yang menjadi penulis. Juga semakin banyak khazanah keilmuan yang PKS persembahkan untuk Indonesia.

“Perbanyak membaca, niscaya kita akan mengenal dunia. Perbanyak menulis, insya Allah kita akan dikenal dunia.”

Tentu mencetak penulis bukan tujuan utama KKP. Sebab yang terpenting adalah pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehingga rahmatan lil ‘alamin benar-benar dapat dirasakan.

Perubahan besar dengan KKP tampaknya menguatkan nuansa perubahan “metamorfosis” PKS. Bukan hanya logo, mars dan hymne PKS yang berubah, pembinaannya juga mengalami pembaharuan. Ibarat sebuah platform, PKS sedang di-upgrade untuk menjawab tantangan zaman. [Muchlisin BK/Tarbiyah]