Tiga Keutamaan Asmaul Husna dan Cara Mengamalkannya

  • Whatsapp
keutamaan asmaul husna
ilustrasi (pinterest)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki 99 asmaul husna. Apa saja keutamaan asmaul husna dan bagaimana cara mengamalkannya? Berikut ini penjelasannya.

Pengertian Asmaul Husna

Asmaul husna (الأسماء الحسنى) terdiri dari dua kata yaitu al asma (الأسماء) dan al husna (الحسنى).

Read More

Dalam Tafsir Al Munir dijelaskan, al asma merupakan bentuk jamak dari ism (اسم), yaitu sesuatu yang menunjukkan pada sebuah Dzat. Atau setiap lafal yang dibentuk untuk menunjukkan sebuah makna jika ia tidak bersifat musytaq (pecahan dari kalimat lain). Kalau bersifat musytaq, ia adalah sifat.

Al husna merupakan bentuk muannats dari al ahsan (الأحسن) yang artinya terbaik. Dengan demikian, asmaul husna adalah nama-nama Allah yang paling baik.

Dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menuliskan, “Nama adalah perkataan yang menunjukkan sesuatu Dzat atau menunjukkan Dzat dan sifat. Allah mempunyai nama-nama dan semua nama itu adalah nama yang baik. Serulah Dia dengan nama-namaNya yang semuanya baik itu.”

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa asmaul husna tidak hanya 99. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya, selain 99 itu masih ada nama lain yang Allah simpan dalam ilmu ghaib di sisi-Nya.

99 Asmaul Husna dan Artinya

Berikut ini 99 asmaul husna yang bersumber dari hadits shahih berikut dengan artinya:

  1. Ar Rohman (الرَّحْمَنُ) artinya Maha Pengasih
  2. Ar Rohim (الرَّحِيمُ) artinya Maha Penyayang
  3. Al Malik (الْمَلِكُ) artinya Maha Merajai
  4. Al Quddus (الْقُدُّوسُ) artinya Maha Suci
  5. As Salam (السَّلاَمُ) artinya Maha Memberi Kesejahteraan
  6. Al Mukmin (الْمُؤْمِنُ) artinya Maha Memberi Keamanan
  7. Al Muhaimin (الْمُهَيْمِنُ) artinya Maha Pemelihara
  8. Al Aziz (الْعَزِيزُ) artinya Maha Perkasa
  9. Al Jabbar (الْجَبَّارُ) artinya Maha Kuasa
  10. Al Mutakabbir (الْمُتَكَبِّرُ) artinya Maha Besar
  11. Al Kholiq (الْخَالِقُ) artinya Maha Pencipta
  12. Al Baari’ (الْبَارِئُ) artinya Maha Pembuat
  13. Al Mushowwir (الْمُصَوِّرُ) artinya Maha Membentuk Rupa
  14. Al Ghoffar (الْغَفَّارُ) artinya Maha Pengampun
  15. Al Qohhar (الْقَهَّارُ) artinya Maha Memaksa
  16. Al Wahhab (الْوَهَّابُ) artinya Maha Pemberi Karunia
  17. Ar Rozzaq (الرَّزَّاقُ) artinya Maha Pemberi Rezeki
  18. Al Fattah (الْفَتَّاحُ) artinya Maha Pembuka Rahmat
  19. Al ‘Alim (الْعَلِيمُ) artinya Maha Mengetahui
  20. Al Qoobidh (الْقَابِضُ) artinya Maha Menyempitkan
  21. Al Baasith (الْبَاسِطُ) artinya Maha Melapangkan
  22. Al Khoofidh (الْخَافِضُ) artinya Maha Merendahkan
  23. Ar Roofi’ (الرَّافِعُ) artinya Maha Meninggikan
  24. Al Mu’iz (الْمُعِزُّ) artinya Maha Memuliakan
  25. Al Mudzil (الْمُذِلُّ) artinya Maha Menghinakan
  26. As Sami’ (السَّمِيعُ) artinya Maha Mendengar
  27. Al Bashir (الْبَصِيرُ) artinya Maha Melihat
  28. Al Hakam (الْحَكَمُ) artinya Maha Menetapkan
  29. Al ‘Adl (الْعَدْلُ) artinya Maha Adil
  30. Al Lathiif (اللَّطِيفُ) artinya Maha Lembut
  31. Al Khobir (الْخَبِيرُ) artinya Maha Mengetahui Rahasia
  32. Al Halim (الْحَلِيمُ) artinya Maha Penyantun
  33. Al ‘Adhiim (الْعَظِيمُ) artinya Maha Agung
  34. Al Ghofur (الْغَفُورُ) artinya Maha Pengampun
  35. Asy Syakuur (الشَّكُورُ) artinya Maha Menghargai
  36. Al ‘Ali (الْعَلِىُّ) artinya Maha Tinggi
  37. Al Kabir (الْكَبِيرُ) artinya Maha Besar
  38. Al Hafidz (الْحَفِيظُ) artinya Maha Menjaga
  39. Al Muqit (الْمُقِيتُ) artinya Maha Pemberi Kecukupan
  40. Al Hasib (الْحَسِيبُ) artinya Maha Membuat Perhitungan
  41. Al Jalil (الْجَلِيلُ) artinya Maha Mulia
  42. Al Karim (الْكَرِيمُ) artinya Maha Pemurah
  43. Ar Roqib (الرَّقِيبُ) artinya Maha Mengawasi
  44. Al Mujib (الْمُجِيبُ) artinya Maha Mengabulkan
  45. Al Waasi’ (الْوَاسِعُ) artinya Maha Luas
  46. Al Hakim (الْحَكِيمُ) artinya Maha Bijaksana
  47. Al Wadud (الْوَدُودُ) artinya Maha Pencinta
  48. Al Majid (الْمَجِيدُ) artinya Maha Mulia
  49. Al Ba’its (الْبَاعِثُ) artinya Maha Membangkitkan
  50. Asy Syahid (الشَّهِيدُ) artinya Maha Menyaksikan
  51. Al Haq (الْحَقُّ) artinya Maha Benar
  52. Al Wakil (الْوَكِيلُ) artinya Maha Memelihara
  53. Al Qowiy (الْقَوِىُّ) artinya Maha Kuat
  54. Al Matin (الْمَتِينُ) artinya Maha Kokoh
  55. Al Waliy (الْوَلِىُّ) artinya Maha Melindungi
  56. Al Hamid (الْحَمِيدُ) artinya Maha Terpuji
  57. Al Muhshi (الْمُحْصِى) artinya Maha Menghitung
  58. Al Mubdi (الْمُبْدِئُ) artinya Maha Memulai
  59. Al Mu’id (الْمُعِيدُ) artinya Maha Mengembalikan Kehidupan
  60. Al Muhyi (الْمُحْيِى) artinya Maha Menghidupkan
  61. Al Mumit (الْمُمِيتُ) artinya Maha Mematikan
  62. Al Hayyu (الْحَىُّ) artinya Maha Hidup
  63. Al Qoyyum (الْقَيُّومُ) artinya Maha Mandiri
  64. Al Wajid (الْوَاجِدُ) artinya Maha Penemu
  65. Al Maajid (الْمَاجِدُ) artinya Maha Mulia
  66. Al Waahid (الْوَاحِدُ) artinya Maha Tunggal
  67. Al Ahad (الْوَاحِدُ) artinya Maha Esa
  68. Ash Shomad (الصَّمَدُ) artinya Maha Dibutuhkan
  69. Al Qoodir (الْقَادِرُ) artinya Maha Berkuasa
  70. Al Muqtadir (الْمُقْتَدِرُ) artinya Maha Berkuasa
  71. Al Muqaddim (الْمُقَدِّمُ) artinya Maha Mendahulukan
  72. Al Muakhir (الْمُؤَخِّرُ) artinya Maha Mengakhirkan
  73. Al Awwal (الأَوَّلُ) artinya Maha Awal
  74. Al Akhir (الآخِرُ) artinya Maha Akhir
  75. Adh Dhahir (الظَّاهِرُ) artinya Maha Nyata
  76. Al Bathin (الْبَاطِنُ) artinya Maha Ghaib
  77. Al Waaliy (الْوَالِى) artinya Maha Memerintah
  78. Al Muta’ali (الْمُتَعَالِى) artinya Maha Tinggi
  79. Al Barr (الْبَرُّ) artinya Maha Penderma
  80. At Tawwab (التَّوَّابُ) artinya Maha Pemberi Taubat
  81. Al Muntaqim (الْمُنْتَقِمُ) artinya Maha Penyiksa
  82. Al Afuw (الْعَفُوُّ) artinya Maha Pemaaf
  83. Ar Rauf (الرَّءُوفُ) artinya Maha Pengasih
  84. Malikal Mulki (مَالِكُ الْمُلْكِ) artinya Penguasa Alam Semesta
  85. Dzul Jalali wal Ikram (ذُو الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ) artinya Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
  86. Al Muqsith (الْمُقْسِطُ) artinya Maha Adil
  87. Al Jami’ (الْجَامِعُ) artinya Maha Mengumpulkan
  88. Al Ghani (الْغَنِىُّ) artinya Maha Berkecukupan
  89. Al Mughni (الْمُغْنِى) artinya Maha Memberi Kekayaan
  90. Al Maani’ (الْمَانِعُ) artinya Maha Mencegah
  91. Adh Dharr (الضَّارُّ) artinya Maha Memberi Derita
  92. An Nafi’ (النَّافِعُ) artinya Maha Memberi Manfaat
  93. An Nur (النُّورُ) artinya Maha Bercahaya
  94. Al Hadi (الْهَادِى) artinya Maha Memberi Petunjuk
  95. Al Badi’ (الْبَدِيعُ) artinya Maha Pencipta
  96. Al Baqi (الْبَاقِى) artinya Maha Kekal
  97. Al Warits (الْوَارِثُ) artinya Maha Pewaris
  98. Ar Rasyid (الرَّشِيدُ) artinya Maha Menunjukkan
  99. Ash Shabur (الصَّبُورُ) artinya Maha Sabar

Baca juga: Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

Keutamaan Asmaul Husna

Asmaul Husna memiliki sejumlah keutamaan yang luar biasa. Berikut ini tiga keutamaan asmaul husna berdasarkan hadits-hadits shahih yang sampai kepada kita:

1. Dikabulkan doanya

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk berdoa dengan menyebut asmaul husna. Karena itu adalah perintahNya, maka itu juga jaminan bahwa doa tersebut akan dikabulkanNya.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu…” (QS. Al-A’raf: 180)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, seorang hamba mesti berdoa kepada Allah dengan nama-namaNya dan tidak boleh menyeru Allah kecuali dengan nama-namaNya yang baik.

2. Mendatangkan pahala

Ketika menafsirkan Surat Al A’raf ayat 180, Ibnu Katsir mencatumkan hadits tentang doa dengan asmaul husna. Mendengar sabda Rasulullah, seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kami boleh mempelajarinya?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda:

بَلَى يَنْبَغِى لِمَنْ سَمِعَهَا أَنْ يَتَعَلَّمَهَا

“Benar, dianjurkan bagi setiap orang yang mendengarnya (asmaul husna) mempelajarinya” (HR. Ahmad)

Tidaklah Rasulullah menganjurkan sesuatu kecuali hal itu penting dan berpahala. Asmaul husna dianjurkan untuk dipelajari, maka ia sangat penting dan berpahala.

3. Memasukkan ke surga

Ini keutamaan yang paling luar biasa. Siapa yang hafal 99 asmaul husna dan merenunginya, ia akan masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمَا مِائَةً إِلاَّ وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Siapa yang menghafalnya ia akan masuk surga” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menerangkan, pengertian ahshoohaa (أحصاها) adalah menghitung, menghafal dan merenungi maknanya.

Cara Mengamalkan Asmaul Husna

Bagaimana cara mengamalkan asmaul husna sehingga mendapatkan ketiga keutamaan tersebut?

Pertama, memperbanyak membaca atau melafadzkannya. Baik secara keseluruhan 99 asmaul husna maupun membaca masing-masingnya sebagai dzikir.

Kedua, menyebut asmaul husna saat berdoa. Yakni menyeru asmaul husna yang paling sesuai dengan apa yang diminta dalam doa tersebut. Misalnya meminta ampun, menyebut Ya Ghofur. Meminta rezeki, menyebut Ya Rozzaq.

Ketiga, menghafal asmaul husna. Yakni menghafal 99 seluruhnya. Ini lebih sulit dari sekedar membacanya. Namun menjadi kunci teraihnya keutamaan ketiga yakni masuk surga.

Keempat, merenungkan maknanya. Tak sekedar mengetahui artinya apa tiap asmaul husna, tetapi juga merenungkan maknanya. Sehingga lebih mengenal Allah dan semakin mencintainya.

Kelima, mengambil hikmah dan keteladanan sifat Allah dalam asmaul husna. Misalnya terhadap nama-Nya Al Ghofur, kita kemudian mudah memaafkan orang lain karena berharap ampunan-Nya. Dengan nama-Nya As Salam, kita kemudian berusaha menciptakan kedamaian di mana pun berada karena berharap Allah memberikan keamanan dan kesejahteraan bagi kita.

Demikian keutamaan asmaul husna dan cara mengamalkannya. Pembahasan lengkap makna 99 asmaul husna dan juga khasiatnya bisa dibaca di artikel Asmaul Husna. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah]