Beranda Fiqih Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan?

Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan?

0
apakah puasa syawal harus berurutan

Puasa Syawal adalah ibadah sunnah istimewa usai idulfitri. Tak hanya puasa biasa, ia memiliki keutamaan yang luar biasa. Yakni setara puasa setahun lamanya. Apakah keutamaan ini mensyaratkan Puasa Syawal harus berurutan?

Lalu kapan pelaksanaannya? Pertanyaan ini juga penting sebab Idulfitri 1447 tidak serentak. Sebagian umat khususnya Muhammadiyah idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Sedangkan Pemerintah memutuskan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Pengertian dan Hukum

Puasa syawal adalah puasa enam hari di bulan Syawal, setelah Idul Fitri. Yakni mulai tanggal 2 Syawal karena pada Idul Fitri (1 Syawal) haram berpuasa.

Hukum puasa syawal adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun. (HR. Muslim)

Maka, semestinya kita tidak ketinggalan puasa sunnah muakkadah yang sangat luar biasa ini. Kita upayakan agar bisa menjalaninya. Semoga Allah menerima dan menganugerahkan keutamaannya.

Baca juga: Puasa Syawal Sekaligus Bayar Hutang Puasa Ramadhan

Puasa Syawal Harus Berurutan?

Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal. Waktunya mulai tanggal 2 Syawal. Yakni sehari setelah Idulfitri. Adapun saat idulfitri (1 Syawal), haram berpuasa.

Lantas, muncul pertanyaan yang sering beredar di masyarakat. Apakah puasa ini harus mulai tanggal 2 Syawal? Apakah harus berturut-turut setiap hari?

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa menurut pendapat Imam Ahmad, boleh puasa Syawal secara berurutan, boleh pula tidak berurutan. Dan yang berurutan tidaklah lebih utama daripada yang tidak berurutan.

“Puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama… Tidak ada perbedaan antara melakukannya secara berturut-turut atau terpisah-pisah,” tulis Ibnu Qudamah, ulama besar madzhab Hambali, dalam Al-Mughni.

“Jika seseorang memisahkan puasa tersebut (tidak berurutan), hal itu diperbolehkan. Dan jika ia menggabungkannya (berurutan), hal itu juga diperbolehkan,” kata Imam Al-Kasani, ulama madzhab Hanafi, dalam Bada’i as-Sana’i.

Sedangkan menurut mazhab Syafi’i, puasa Syawal secara berurutan sejak tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal lebih utama daripada tidak berurutan.

“Para sahabat kami (ulama Syafi’iyyah) mengatakan: yang paling afdhal adalah mengerjakan puasa enam hari tersebut secara berturut-turut setelah hari raya Idul Fitri,” tulis Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, boleh mengerjakan puasa Syawal secara terpisah. Tidak harus berurutan. Namun, yang lebih afdhal (utama) adalah mengerjakannya secara berurutan dan langsung setelah idulfitri. Yakni tanggal 2 hingga 7 Syawal. Sebab hal itu berarti menyegerakan ibadah.

Jadi, tidak ada mazhab yang tidak memperbolehkan puasa ini di hari lain selain tanggal 2 sampai 7 Syawal. Yang penting masih berada di bulan Syawal.

Namun, hendaknya tidak mengerjakan puasa ini khusus di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu karena adanya larangan Rasulullah dalam riwayat Ibnu Majah. Para ulama menjelaskan bahwa larangan itu menegaskan makruhnya puasa di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu.

Baca juga: Materi Tarbiyah

Tanggal Puasa Syawal 2026

Seperti penjelasan di atas, waktu Puasa Syawal mulai tanggal 2 Syawal. Yang paling utama adalah tanggal 2-7 Syawal, boleh pula tanggal lain selama masih di bulan Syawal. Karena Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, maka pelaksanaan puasa Syawal mulai Ahad, 22 Maret 2026.

Bagi yang berurutan, puasanya mulai Ahad-Jumat, 22-27 Maret 2026. Sedangkan yang puasanya tidak berurutan, paling lambat adalah Sabtu, 18 April 2026 bertepatan dengan 29 Syawal 1447. Sebab, bulan Syawal tahun ini hanya 29 hari.

Sedangkan menurut Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Fitri 1 Syawal 1447 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Dengan demikian, pelaksanaan puasa Syawal mulai Sabtu, 21 Maret 2026. Paling lambat adalah Jumat, 17 April 2026 bertepatan dengan 29 Syawal 1447. Sebab, menurut KHGT, bulan Syawal tahun ini juga 29 hari.

Untuk penjelasan lebih lengkap tentang tata cara, keutamaan, manfaat, hingga lafadz niat, silakan merujuk ke artikel Niat Puasa Syawal. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah]