Beranda Tazkiyah Cemburu kepada Ahlul Musibah

Cemburu kepada Ahlul Musibah

0
cemburu kepada ahlul afiyah
ilustrasi

Bagi orang-orang yang beriman, musibah dan afiyah sama-sama termasuk ujian. Namun, jika disuruh memilih, hampir semua orang lebih suka diuji dengan afiyah (sehat, kaya, punya kekuasaan).

Pada saat yang sama, banyak orang merasa kasihan melihat saudaranya yang sering mengalami musibah. Sakit, kecelakaan, kehilangan, dan berbagai bentuk musibah lainnya.

Bahkan ada anggapan bahwa orang yang bertaqwa selalu akan mendapat afiyah; disehatkan fisiknya, dijadikan kaya, dan dipenuhi segala keinginannya. Sebaliknya orang yang kurang bertaqwa akan sering ditegur dengan musibah. Sering sakit, miskin, dan sulit mencapai cita-citanya.

Hadits hasan yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi meluruskan paradigma kita. Ahlul musibah yang kadang dikasihani, nanti di akhirat justru akan diiri, dicemburui.

Ketika ahlul afiyah melihat betapa besarnya pahala ahlul musibah, mereka cemburu. Mereka iri. Mereka ingin hidup kembali dan mengalami berbagai musibah. Bahkan ingin dipotong-potong kulitnya.

Kita simak langsung redaksi haditsnya:

يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يُعْطَى أَهْلُ الْبَلاَءِ الثَّوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُودَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِى الدُّنْيَا بِالْمَقَارِيضِ

Ahlul afiyah (orang-orang yang hidup dalam kesejahteraan di dunia) akan berharap pada hari kiamat kelak, ketika mereka melihat besarnya pahala yang diberikan kepada ahlul bala’ (orang-orang yang tertimpa musibah), sekiranya kulit mereka dahulu di dunia dipotong-potong dengan gunting. (HR. Tirmidzi; hasan)

Besarnya pahala musibah inilah yang membuat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung mendoakan saat seorang shahabiyah minta didoakan kesembuhan. Beliau memberi pilihan.

“Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga. Dan jika engkau mau, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia memberikan afiyah (kesembuhan) kepadamu.”

“‘Aku akan bersabar,” jawab shahabiyah itu.  ‘Namun auratku terbuka (saat kambuh), maka berdoalah kepada Allah agar auratku tidak terbuka.”

Maka Rasulullah pun mendoakannya, agar auratnya tidak terbuka saat kambuh sakitnya.

Ikhwah fillah, jika engkau termasuk ahlul musibah, berbahagialah. Allah menyayangimu. Di setiap rasa sakit, ada pahala besar menantimu. Di setiap sedihnya kehilangan, ada pahala agung untukmu.

Ketika engkau lelah berdakwah tetapi belum ada yang menyambut dakwahmu, ketika engkau letih berjuang tetapi belum ada yang menyambut ajakanmu, padahal engkau telah menyisihkan gajimu bahkan menghemat konsumi keluarga agar bisa mendanai dakwahmu, Allah hendak menyempurnakan pahalamu di surga-Nya.

Baca juga: Bersabarlah Allah Menyayangimu

Ikhwah fillah, bayangkan wajah-wajah ikhwah kita yang sering mendapat musibah. Kelak kita akan iri kepada mereka. Kelak kita akan cemburu pada besarnya pahala mereka.

Maka, doakan mereka. Semoga Allah melapangkan dada mereka dan memudahkan segala urusan mereka serta memberikan pahala tak terbatas kepada mereka.

Dalam rabithah, sebut nama mereka. Semoga Allah mengikat hati-hati kita dalam cinta. Semoga Allah memgistiqomahkan kita. Semoga Allah mempertemukan kembali kita semua di surga-Nya.[Muchlisin BK/Tarbiyah]

Exit mobile version